Sabtu, 02 Januari 2016

LGTI;LOMBA GAGASAN TULIS ILMIAH



Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: logone IKIP









LOMBA GAGASAN TULIS ILMIAH SE-JAWA
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI “PADDI” DENGAN MEDIA ULAR TANGGA JUARA ( UTA )




Diusulkan oleh :

1.      Ardita Rizky Amalia          (  NPM 10120206/ 2010)
2.      Ismawati                            ( NPM 10120207/ 2010 )
3.      Vina Fristika Mayangsari   ( NPM 10120213/ 2010 )








FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PGRI SEMARANG
2011

HALAMAN PENGESAHAN LGTI

1.        Judul Kegiatan                                         :   Implementasi Pengembangan
Pendidikan Karakter  Melalui PADDI  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA)
2.        Bidang Kegiatan                                      :  Pendidikan
3.        Ketua Pelaksana Kegiatan
a.       Nama Lengkap                                    : Ardita Rizky Amalia
b.      NPM                                                   : 10120206
c.       Jurusan                                                : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
d.      Universitas/Institut/Politeknik            : IKIP PGRI Semarang
e.       Alamat Rumah dan No Tel./HP           : Ds. Danurejo RT 01/RW 01 Kedu
Temanggung 085643368692
f.       Alamat email                                       : Arditarizkyamalia@yahoo.co.id
4.        Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis      : 3 ( Tiga ) orang
5.        Dosen Pendamping
a.       Nama Lengkap dan Gelar                   : Mei Fita Asri Untari, S.Pd, M.Pd
b.      NPP                                                     : 098401240
c.       Alamat Rumah dan No Tel./HP          : Jalan Liman Mukti Utara II/ 438
Semarang/ 085290297878
Semarang, 22 Desember 2011
Menyetujui
Dosen Pendamping                                                      Ketua Pelaksana Kegiatan

Mei Fita Asri Untari, S.Pd, M.Pd                                           Ardita Rizky Amalia
NPP 098401240                                                          NPM 10120206
Mengetahui,
Ketua Progdi

Drs. Djariyo, M.Pd
NIP 195106171981031002
KATA PENGANTAR

       Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan gagasan tulis ilmiah berjudul “Implementasi Pengembangan pendidikan karakter  Melalui PADDI  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA)” dengan tepat waktu.
Penulisan gagasan tulis ilmiah ini guna  mengikuti Lomba Gagasan Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh HIMA PGSD FIP Universitas Negeri Semarang.
       Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu  dalam penyelesaian penulisan gagasan tulis ilmiah ini , yaitu kepada :
  1. Rektor IKIP PGRI Semarang, Muhdi, S.H, M.Hum. yang telah mengizinkan penulis untuk mengikuti kegiatan ini.
  2. Ketua Program Studi PGSD IKIP PGRI Semarang, Drs. Djariyo, M.Pd yang telah mengesahkan gagasan tulis ilmiah ini.
  3. Mei Fita Asri Untari, S.Pd, M.Pd, selaku dosen pembimbing yang selalu membimbing penulis dalam menyelesaikan  gagasan tulis ilmiah ini.
  4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian  gagasan tulis ilmiah ini.
Penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis, praktisi pendidikan, pemerintah, masyarakat dan para pembaca lain.

Semarang, 22 Desember 2011


Penulis







DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...........................................................................................      i
LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................      ii
KATA PENGANTAR.........................................................................................      iii
DAFTAR ISI........................................................................................................      iv
RINGKASAN......................................................................................................      v
PENDAHULUAN...............................................................................................      1
Latar Belakang.......................................................................................      1
Rumusan Masalah..................................................................................      2
Tujuan Penulisan....................................................................................      3
Manfaat Penulisan..................................................................................      3
GAGASAN .........................................................................................................      3
Kondisi Kekinian Pencetus   .............................................................. ...      3
Solusi yang Pernah Digunakan  Sebelumnya  ........................................      4
Perbaikan Solusi yang Pernah Dilakukan ................................................... 4
Langkah- Langkah Strategis Pengembangan Pendidikan
Karakter  Melalui PADDI  dengan Media
Ular  Tangga Juara (UTA)  ....................................................................      5
Pihak-Pihak yang Terkait  ......................................................................      8
PENUTUP ...........................................................................................................      9
Gagasan yang Diajukan ..........................................................................     9
Teknik Implementasi yang akan Dilakukan  .........................................       9
Prediksi Hasil yang akan Diperoleh  .....................................................      10
DAFTAR PUSTAKA  ........................................................................................ ....             11
DAFTAR RIWAYAT HIDUP  ..........................................................................      12





RINGKASAN

      Permasalahan pendidikan karakter masih menjadi perbincanangan terhangat di Indonesia saaat ini. Hal ini dapat kita ketahui dari berita-berita yang muncul di surat kabar , televisi , di radio dan sejenisnya. Yaitu banyaknya kasus dan fenomena yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan.Seperti halnya perampokan, korupsi, pencurian, pelanggaran HAM, tawuran, narkoba dan lain-lain.
      Berbagai macam kasus dan fenomena yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan ini terjadi dikarenakan kurangnya penanaman karakter sejak dini.
Di sekolah lebih banyak mengutamakan aspek kognitifnya.Yaitu guru lebih banyak mentransferkan ilmu pengetahuan dan teknologi saja dari pada penanaman karakter siswa. Hal ini ditunjukkan kurangnya model pembelajaran yang mendukung adanya pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah.
      Oleh karena itu dalam gagasan ilmiah ini, penulis ingin mencoba menyajikan sebuah model pembelajaran baru yang nantinya mampu melaksanakan dan mengembangkan karakter anak.Di dalam model “PADDI” ini, juga disajikan dengan menggunakan sebuah media “Ular Tangga Juara” sebagai pendukung keefektifan model “PADDI” .
      Di dalam model “PADDI” dengan media Ular Tangga Juara ini disajikan langkah-langkah pengaplikasiaannya. Kemudian penulis juga menyajikan manfaat dan dampak yang didapatkan dari gagasan ini.


PENDAHULUAN
Latar Belakang      
      Permasalahan karakter menjadi masalah yang serius di masyarakat saat ini. Korupsi, pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, sikap konsumtif yang berlebihan, narkoba, tawuran dan pelanggaran hak asasi manusia merupakan sebagian kecil kasus yang terkait dengan moralitas bangsa. Hal tersebut terjadi akibat menurunnya kualitas karakter bangsa.
      Sehubungan dengan  semakin maraknya kasus dan fenomena yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, pemerintah mencanangkan pendidikan karakter. Semua komponen harus dilibatkan dalam pendidikan karakter, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
      Pada saat ini, pembelajaran di sekolah-sekolah masih banyak yang menggunakan model pembelajaran langsung. Arends (1997) menyatakan bahwa model pembelajaran langsung merupakan salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar mengajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan bertahap, selangkah demi selangkah. Dalam model pembelajaran langsung ini, guru dituntut untuk aktif dalam mencari sumber-sumber yang relevan untuk disampaikan kepada siswa. Keberhasilan dari metode inipun juga tergantung dari keterampilan guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Sehingga, siswa pun cenderung pasif dan hanya mendengarkan materi yang disampaikan guru. Beberapa contoh dari model pembelajaran langsung  di atas adalah ceramah, praktik atau latihan, ekspositori, dan demonstrasi. Walaupun model pembelajaran langsung mempunyai kelebihan dalam hal efisiensi waktu, namun  disini, pembelajaran langsung kurang memberdayakan keaktifan peserta didik.
      Dengan penerapan kurikulum KTSP saat ini, seorang guru dituntut untuk mengembangkan model pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan di dunia pendidikan saat ini. Model pembelajaran yang diterapkan dan dikembangkan haruslah inovatif, dan konstruktif atau lebih tepat dalam mengembangkan dan menggali pengetahuan secara konkrit dan mandiri. Sehingga pada nantinya diharapkan proses pembelajaran pada satuan pendidikan akan dapat dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan memotivasi paserta didik untuk berpartisipasi aktif sertya memberikan ruang yang cukup bagi prakasa, kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dengan berbagai alasan di atas, penulis ingin mencoba menyajikan sebuah model pembelajaran baru yang seseai dengan perkembangan zaman sekarang, yang menuntut adanya pelaksanaan pendidkan karakter  di dalam kelas.
       Pelaksaanaan pendidikan karakter tersebut akan lebih efektif  jika didukung media pembelajaran yang tepat. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan Ular Tangga Juara. Ular tangga juara adalah sebuah permainan yang mengandung nilai budaya da karakter bangsa. Karakter yang dapat diperoleh dari permainan ini adalah sportifitas, kerja keras, pantang menyerah, dan semangat. Disini penulis ingin mendesign ular tangga tersebut agar bisa menjadi media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai karakter Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran berbasis karakter bangsa salah satunya dapat ditunjang melalui PADDI (pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA). Selanjutnya tulisan ini akan menganalisis Implementasi Pengembangan pendidikan karakter  Melalui PADDI (pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA).
Rumusan Masalah
Bagaimana proses Pengembangan pendidikan karakter  Melalui PADDI (pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA) bisa terjadi?


Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan gagasan tulis ilmiah ini adalah :
       Untuk mengetahui pengembangan pendidikan karakter  Melalui PADDI (pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA).
Manfaat Penulisan
a. Teoritis
Penulis, praktisi pendidikan, pemerintah dan masyarakat dapat mengetahui informasi tentang Pengembangan pendidikan karakter  Melalui PADDI (pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA).
b. Praktis
1)   Bagi penulis diharapkan dapat berlatih mengembangkan pendidikan karakter  Melalui PADDI (pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA).
2)   Bagi guru diharapkan mampu Pengembangan pendidikan karakter  Melalui PADDI (pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA)
3)   Pemerintah dapat merumuskan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pendidikan di Indonesia. Selain itu pemerintah dapat mengembangkan sumberdaya manusia dan peningkatan nilai moral bangsa.
4)   Masyarakat dapat  memberikan pendidikan karakter anak-anak mereka sejak dini. Sehingga pada akhirnya dapat membangun karakter bangsa.
GAGASAN
Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan
       Permasalahan karakter menjadi masalah yang serius di masyarakat saat ini. Kini semakin maraknya kasus dan fenomena yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Korupsi, pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, sikap konsumtif yang berlebihan, narkoba, tawuran dan pelanggaran hak asasi manusia merupakan sebagian kecil kasus yang terkait dengan moralitas bangsa. Hal tersebut terjadi akibat menurunnya kualitas karakter bangsa.
      Saat ini, di surat kabar, berita di radio, dan di televisi  sudah banyak yang menyajikan berita-berita tentang kasus-kasus dan fenomena yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Korupsi, pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, sikap konsumtif yang berlebihan, narkoba, tawuran dan pelanggaran hak asasi manusia dan berbagai fenomena lain yang sedang terjadi di bangsa indonesia. Hal tersebut terjadi akibat menurunnya kualitas karakter bangsa akibat kurangnya penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik saat di bangku sekolah.
      Kurangnya penanaman karakter pada peserta didik ini, salah satunya disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran yang mampu  menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa guru di kabupaten Temanggung dan Demak, kebanyakan guru mengggunakan model pembelajaran Direct Indection (model pembelajaran langsung) untuk digunakan di dalam kelas. Model pembelajaran direct indection di sini, berpusat pada guru. Jadi keberhasilan dari model pembelajaran ini, sangatlah bergantung dari keterampilan seorang guru dalam mengelola kelas. Di sini, siswa hanya sebagai objek pembelajaran. Model pembelajaran direct indection ini, paling banyak menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran direct  indection ini memiliki  kekurangan yang diantranya anak akan kurang termotivasi dalam pembelajaran karena jenuh dengan mendengarkan ceramah dari guru. Selain itu, anak juga akan merasa tidak dilibatkan dalam proses pembelajaran, sehingga anak akan ribut sendiri di dalam kelas. Dalam metode direct indection ini, penanaman nilai karakter kepada peserta didik hanya sebatas pengarahan dari guru ke siswa, dan tidak tercermin dalam proses pembelajaran yang berlangssung. Ketidakefektifan model penbelajaran direct indection ini juga diperparah dengan tidak adanya media yang digunakan dalam proses pembelajaran.padahal, media pembelajaran ini pada nantinya akan membantu guru dalam proses pembelajaran. Dan pada nantinya, peserta didik juga akan lebih mudah dalam menyerap materi yang disampaikan oleh guru.
       Dari hasil wawancara kami, juga didapat sebuah fakta baru bahwa dengan menggunakan  model pembelajaran langsung dengan metode ceramah ini, hasil yang disapat anak dalam pembelajaran juga kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena pemahaman anak anak terhadap meteri yang disampaikan juga kurang. Walaupun demikian, guru yang kami wawancarai juga sudah berupaya untuk mengatasi kurang maksimalnya hasil yang didapat dari model pembelajaran langsug ini dengan megkaitkan pembelajaran yng berlangsung dengan mengkaitkan materi pembelajaran dengan masalah yang di hadapi anak dalam kehidupan sehari-hari.
Solusi yang Pernah Digunakan  Sebelumnya
       Banyak model pembelajaran yang telah digunakan dalam bidang pendidikan. Salah satunya adalah model Cooperatif Learning, yaitu siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Di dalam pembelajaran Cooperatif Learning ini akan diperoleh pendidikan karakter juga yaitu toleransi, kerjasama, dan bersahabat.
       Pada perkembangannya, model pembelajaran ini memiliki banyak kekurangan , Diantaranya adalah :
a.       Banyak anak yang tidak aktif, hanya mengandalkan yang pintar saja.
b.      Nilai-nilai demokratis tidak muncul, terlihat ketika mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Yang maju hanyalah yang pintar saja.
c.       Tanggung jawab masing-masng individu tidak muncul karena hanya mengandalkan kelompoknya.
Perbaikan Solusi yang Pernah Dilakukan
       Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis mencoda membuat sebuah model pembelajaran baru yang penulis sebut  pembelajaran aktif, disiplin, demokratis, dan inovatif dengan media Ular Tangga Juara (UTA). Model pembelajaran yang penulis buat di sini mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya:
1.      Bisa meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran
2.      Bisa meningkatkan nilai-nilai demrokratis dalam kelas yang pada akhirnya dapat dikembangkan di luar kelas
3.      Bisa meningkatkan karakter disiplin siswa baik dalam proses pembelajaran, maupun di luar proses pembelajaran
4.      Bisa meningkatkan kreatifitas siswa, yang setelah itu diharapkan akan memunculkan inovasi-inovasi baru dalam setelah proses pembelajaran berlangsung.
Langkah- Langkah Stategis Pengembangan Pendidikan Karakter  Melalui PADDI  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA)
       Langkah - langkah penerapan model pembelajaran PADDI ( Pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)  dengan  Media Ular  Tangga Juara (UTA), yaitu :
1.      Siswa di bagi menjadi 4 kelompok . Misalkan di dalam kelas tersebut ada 28 siswa berarti setiap kelompok berisi  7 orang anggota.
2.      Setiap kelompok menamai kelompoknya dengan nama-nama pahlawan.
3.      Setiap kelompok mewakilkan  1 anggotanya untuk memutar dadu di depan dan anggota kelompok yang lain bertugas untuk menjawab pertanyaan yang berasal dari ular tangganya dengan mengangkat bendera Indonesia yang dipegangnya .
4.      Anggota kelompok  yang mengangkat bendera Indonesia yang dipegang terlebih dahulu dan  berhasil menjawab pertanyaan berhak untuk mendapatkan 4 poin dari guru yang bertindak sebagai juri. Dan bagi yang mengangkat bendera Indonesia yang dipegang terlebih dahulu, namun tidak dapat dapat menjawab pertanyaan akan mendapatkan satu poin dari guru.
5.      Tim yang menjawab pertanyaan secara langsung tanpa mengangkat bendera indonesia yang dipegang terlebih dahulu akan didiskualifikasi dari pertanyaan tersebut dan mendapatkan point  -1
6.      Tim yang menang dan berhasil pendapatkan poin paling banyak akan mendapatkan penghargaan berupa medali prestasi yang berwarna emas. Untuk tim juara 2,3, dan harapan 1 berturut-turut akan mendapatkan medali prestasi perak, dan perunggu.
7.      Pada akhir pembelajaran, guru akan menyimpulkan dan mempertegas materi yang telah disampaikan sebelumnya melalui pertanyaan di ular tangga juara.
       Model pembelajaran PADDI juga diharapkan dapat mengembangkan nlai-nilai karakter yang diharapkan oleh bangsa, yang di antaranya :
1.      Religius,
       Karakter religius ini muncul pada saat  berdoa untuk memulai dan mengakhiri pelajaran.
2.      Jujur
       Karakter jujur ini muncul pada saat permainan berlangsung, pada saat permainan, peserta didik harus jujur siapa yang yang terlebih dahulu mengangkat bendera indonesia yang dipegang
3.      Toleransi
      Pada saat permainan, peserta didik harus menghargai kelompok lain yang mengangkat bendera indonesia yang dipegang terlebih dulu dan berhasil menjawab pertanyaan
4.      Kerja keras
       Nilai karakter kerja keras ini muncul pada saat permainan berlangsung. Peserta didik akan berusaha keras untuk menjadi pemenang
5.      Disiplin
       Nilai karakter ini muncuk karena pada saat permainan peserta didik harus disiplin dalam menggunakan waktu yang telah disediakan
6.      Mandiri
        Nilai karakter ini muncul ketika seorang peserta didik harus mendiri dalam memikirkan jawaban dari pertanyaan walaupun peserta didik sedang berkelompok.
7.      Kreatif
       Peserta didik harus keatif dan menentukan strategi agar bisa memenangkan pertandingan.
8.      Demokratis
       Dalam permainan ini, guru tidak menilih siapa yang akan menjawab pertanyaan, akan tetapi guru memilih yang tercepat saaat mengacungkan tangan. Dan pada saat pemilihan siapa yang berhak maju untuk memutar dadu juga dilakukan secara demokratis dengan pingsut.
9.      Rasa ingin tau,
       Nilai karakter ini muncul karena dari pertanyaan tersebut, akan menampilkan rasa ingin tau murid untuk menjawab.
10.  Cinta tanah air
       Nilai ini terlihat ketika anak akan menjawab pertanyaan dengan mengangkat bendera indonesia yang dipegang.
11.  Menghargai prestasi
       Nilai karakter ini akan muncul karena setiap kelompok yang kalah akan diajak menghargai kelompok pemenang.
12.  Bersahabat / Komunikatif
       Dari permainan tadi, juga akan muncul nilai-persahabatan. Para peserta akan jauh lebih akrab satu sama lain
13.  Cinta damai
       Nilai karakter ini akan muncul ketika tim yang kalah memberikan selamat dan tidak berkelai setelah pertandingan bertanding
14.  Gemar membaca
       Dari rasa ingin tau yang muncul tadi, akan akan memunculkan karakter gemar   membaca untuk menjawab rasa ingin tau mereka.
15.  Tanggung jawab
       Setiap tim harus bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing.
Pihak-Pihak yang Terkait
Di sini, pihak-pihak yang terkait dalam  pengembangan pendidikan karakter  melalui PADDI  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA) adalah guru dan siswa itu sendiri. Guru adalah sebagai pihak pelaksana pengembangan pendidikan karakter  melalui PADDI  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA). Sedangkan murid adalah sebagai objek yang menikmati hasil dari pengembangan pendidikan karakter  Melalui PADDI  dengan Media Ular  Tangga Juara (UTA).
PENUTUP
Gagasan yang Diajukan
       Model “PADDI” dengan media Ular tangga  Juara ini adalah model pembelajaran aktif, disiplin, demokratis dan  inovatif dengan menggunakan sebuah media yaitu Ular Tangga Juara ( UTA ).  Dimana model pembelajaran ini akan dapat mengembangkan karakter-karakter bangsa.
Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan
1.      Siswa di bagi menjadi 4 kelompok. Misalkan di dalam kelas tersebut ada 28 siswa berarti setiap kelompok berisi  7 orang anggota.
2.      Setiap kelompok menamai kelompoknya dengan nama-nama pahlawan.
3.      Di setiap kelompok mewakilkan  1 anggotanya untuk memutar dadu di depan dan anggota kelompok yang lain bertugas untuk menjawab pertanyaan yang berasal dari ular tangganya dengan mengangkat bendera indonesia yang dipegangnya .
4.      Anggota kelompok  yang mengangkat bendera indonesia yang dipegang terlebih dahulu dan  berhasil menjawab pertanyaan berhak untuk mendapatkan 4 poin dari guru yang bertindak sebagai juri. Dan bagi yang mengangkat bendera indonesia yang dipegang terlebih dahulu, namun tidak dapat dapat menjawab pertanyaan akan mendapatkan satu poin dari guru.
5.      Tim yang menjawab pertanyaan secara langsung tanpa mengangkat bendera indonesia yang dipegang terlebih dahulu akan didiskualifikasi dari pertanyaan tersebut dan mendapatkan point  -1
6.      Tim yang menang dan berhasil pendapatkan poin paling banyak akan mendapatkan penghargaan berupa medali prestasi yang berwarna emas. Untuk tim juara 2,3, dan harapan 1 berturut-turut akan mendapatkan medali prestasi perak, dan perunggu.
7.      Pada akhir pembelajaran, guru akan menyimpulkan dan mempertegas materi yang telah disampaikan sebelumnya melalui pertanyaan di ular tangga juara.
Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh
       Penulis memprekdisikan bahwa  melalui model  “PADDI” dengan media Ular Tangga Juara ( UTA ) ini, dapat dikembangkan nilai-nilai karakter yang diharapkan oleh bangsa, di antaranya, toleransi, kerja keras, disiplin, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, tanggung jawab.

















DAFTAR PUSTAKA
Yoice,B& Marsha,W.2003. Models of Teacing.Baston:allyn&Bacon
Raka, Jani . 1980. Stategi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berointasi Konstruktivistik. Jakarta: prestasi Pustaka.
Udin S. Wnataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Su’ud, Abu. dkk. 2011. Pendidikan Karakter di Sekolah dan Perguruan Tinggi.Semarang : IKIP PGRI Semarang Press.
Sudrajat, Akhmad. 2010. Konsep Pendidikan Karakter. http://akhmadsudrajat.wordpress.com. Diakses 8 Desember 2011.
























DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama                                          : Ardita Rizky Amalia
TTL                                            : Temanggung, 5 Juli 1991
Alamat Rumah                             : Ds danurejo RT 01/ RW 01, Kedu,    Temanggung
Agama                                        : Islam
Jurusan                                       : PGSD
Fakultas                                      : Ilmu Pendidikan
Pendidikan
SD/MI                                        : MI Muhammadiyah 1 Danurejo
SMP/MTS                                  : SMP N 1 Parakan
SMA/MA                                   : SMA N 2 Temanggung
Perguruan Tinggi                        : IKIP PGRI Semarang
Pengalaman Organisasi
1.            Anggota MT Bahrul Ulum SMP N 1 Parakan
2.            Angguta MT Al Ikhlas SMA N 2 Temanggug
3. Anggota PMR Wira SMA N 2 Temanggung
4. Kadep IPTEK Hima PGSD IKIP PGRI Semarang
Motto Hidup                  :   Jadikanlah Kekuranganmu menjadi     sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain
Prestasi                           :







DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama                                          : Ismawati
TTL                                            : Batang, 16 Juni 1992
Alamat Rumah                         : Ds Cluwuk RT 03/ RW 01 Kec. Tulis Kab.Batang
Agama                                        : Islam
Jurusan                                       : PGSD
Fakultas                                      : Ilmu Pendidikan
Pendidikan
SD/MI                                        : SD N Cluwuk
SMP/MTS                                  : MTs N 1 Subah
SMA/MA                                   : SMK N 1 Batang
Perguruan Tinggi                        : IKIP PGRI Semarang
Pengalaman Organisasi
1.      Bendahara Pramuka SMK N 1 Batang
2.      Bendahara Rohis SMK N 1 Batang
3.      Ketua IPPNU Ranting Cluwuk
4.      Staf kerohanian Hima PGSD IKIP PGRI Semarang
5.      Sekretaris umum BEM FIP IKIP PGRI Semarang
6.      Sekretaris umum HMI Komisariat FIP IKIP PGRI Semarang
Motto Hidup                                          : Berjuang dengan penuh semangat,    kesabaran dan     keikhlasan.
Prestasi                                       :
1.  Juara Harapan II lomba media pembelajaran



DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama                                          : Vina Fristika Mayangsari
TTL                                            : Demak, 13 Maret 1992
Alamat Rumah                          : Ds. Mijen RT 02/RW 03 kec Mijen Kab  Demak
Agama                                        : Islam
Jurusan                                       : PGSD
Fakultas                                      : Ilmu Pendidikan
Pendidikan
SD/MI                                        : SD N Mijen 1
SMP/MTS                                  : SMP N 1Mijen
SMA/MA                                   : SMA N 1 Mjen
Perguruan Tinggi                        : IKIP PGRI Semarang
Pengalaman Organisasi
1.      Dewan Penggalang SMP N 1 Mijen
2.      Dewan Kerja Ambalan SMA N 1 Mijen 2008
3.      Dewan Kerja Ranting Tahun 2008
4.      KIPM IKIP PGRI Semarang 2010
Motto Hidup                   : Selalu bersemangat untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Prestasi                             :
1.      Juara 2 lomba TIK tahun 2008
2.      Juara 3 lomba Sains tahun 2008





 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar