
LOMBA
GAGASAN TULIS ILMIAH SE-JAWA
IMPLEMENTASI
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI “PADDI” DENGAN MEDIA ULAR TANGGA JUARA
( UTA )
Diusulkan oleh :
1.
Ardita
Rizky Amalia ( NPM 10120206/ 2010)
2.
Ismawati ( NPM 10120207/ 2010 )
3.
Vina
Fristika Mayangsari ( NPM 10120213/ 2010 )
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN PGRI SEMARANG
2011
HALAMAN
PENGESAHAN LGTI
1.
Judul Kegiatan : Implementasi
Pengembangan
Pendidikan
Karakter Melalui PADDI dengan Media Ular Tangga Juara (UTA)
2.
Bidang Kegiatan : Pendidikan
3.
Ketua Pelaksana Kegiatan
a.
Nama Lengkap : Ardita
Rizky Amalia
b.
NPM : 10120206
c.
Jurusan
: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
d.
Universitas/Institut/Politeknik : IKIP PGRI Semarang
e.
Alamat Rumah dan No Tel./HP : Ds. Danurejo RT 01/RW 01 Kedu
Temanggung
085643368692
f.
Alamat email :
Arditarizkyamalia@yahoo.co.id
4.
Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 ( Tiga ) orang
5.
Dosen Pendamping
a.
Nama Lengkap dan Gelar : Mei Fita Asri Untari, S.Pd,
M.Pd
b.
NPP : 098401240
c.
Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jalan Liman Mukti Utara II/ 438
Semarang/ 085290297878
Semarang,
22 Desember 2011
Menyetujui
Dosen Pendamping Ketua Pelaksana Kegiatan
Mei Fita Asri Untari, S.Pd, M.Pd Ardita
Rizky Amalia
NPP 098401240 NPM
10120206
Mengetahui,
Ketua Progdi
Drs. Djariyo, M.Pd
NIP
195106171981031002
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan gagasan tulis ilmiah berjudul “Implementasi
Pengembangan pendidikan karakter Melalui
PADDI dengan Media Ular Tangga Juara (UTA)”
dengan tepat waktu.
Penulisan gagasan tulis
ilmiah ini guna mengikuti Lomba Gagasan
Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh HIMA PGSD FIP Universitas Negeri
Semarang.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian penulisan gagasan tulis ilmiah ini , yaitu kepada :
- Rektor IKIP PGRI Semarang, Muhdi, S.H, M.Hum. yang telah mengizinkan penulis untuk mengikuti kegiatan ini.
- Ketua Program Studi PGSD IKIP PGRI Semarang, Drs. Djariyo, M.Pd yang telah mengesahkan gagasan tulis ilmiah ini.
- Mei Fita Asri Untari, S.Pd, M.Pd, selaku dosen pembimbing yang selalu membimbing penulis dalam menyelesaikan gagasan tulis ilmiah ini.
- Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian gagasan tulis ilmiah ini.
Penulis berharap karya tulis
ini dapat bermanfaat bagi penulis, praktisi pendidikan, pemerintah, masyarakat
dan para pembaca lain.
Semarang, 22 Desember 2011
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL........................................................................................... i
LEMBAR
PENGESAHAN................................................................................. ii
KATA
PENGANTAR......................................................................................... iii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iv
RINGKASAN...................................................................................................... v
PENDAHULUAN............................................................................................... 1
Latar Belakang....................................................................................... 1
Rumusan Masalah.................................................................................. 2
Tujuan Penulisan.................................................................................... 3
Manfaat Penulisan.................................................................................. 3
GAGASAN ......................................................................................................... 3
Kondisi Kekinian Pencetus ..............................................................
... 3
Solusi yang Pernah Digunakan Sebelumnya
........................................ 4
Perbaikan Solusi yang Pernah Dilakukan
................................................... 4
Langkah- Langkah Strategis
Pengembangan Pendidikan
Karakter Melalui PADDI
dengan Media
Ular Tangga Juara (UTA) .................................................................... 5
Pihak-Pihak yang Terkait
...................................................................... 8
PENUTUP
........................................................................................................... 9
Gagasan
yang Diajukan
.......................................................................... 9
Teknik
Implementasi yang akan Dilakukan
......................................... 9
Prediksi Hasil
yang akan Diperoleh
..................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA
........................................................................................
.... 11
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
.......................................................................... 12
RINGKASAN
Permasalahan pendidikan karakter masih menjadi perbincanangan terhangat
di Indonesia saaat ini. Hal ini dapat kita ketahui dari berita-berita yang
muncul di surat kabar , televisi , di radio dan sejenisnya. Yaitu banyaknya
kasus dan fenomena yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan.Seperti halnya
perampokan, korupsi, pencurian, pelanggaran HAM, tawuran, narkoba dan
lain-lain.
Berbagai macam kasus dan fenomena yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan
ini terjadi dikarenakan kurangnya penanaman karakter sejak dini.
Di sekolah lebih banyak mengutamakan
aspek kognitifnya.Yaitu guru lebih banyak mentransferkan ilmu pengetahuan dan
teknologi saja dari pada penanaman karakter siswa. Hal ini ditunjukkan
kurangnya model pembelajaran yang mendukung adanya pelaksanaan pendidikan
karakter di sekolah.
Oleh karena itu dalam gagasan ilmiah ini, penulis ingin mencoba
menyajikan sebuah model pembelajaran baru yang nantinya mampu melaksanakan dan
mengembangkan karakter anak.Di dalam model “PADDI” ini, juga disajikan dengan
menggunakan sebuah media “Ular Tangga Juara” sebagai pendukung keefektifan
model “PADDI” .
Di dalam model “PADDI” dengan media Ular Tangga Juara ini disajikan
langkah-langkah pengaplikasiaannya. Kemudian penulis juga menyajikan manfaat
dan dampak yang didapatkan dari gagasan ini.
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Permasalahan karakter menjadi masalah yang serius di masyarakat saat
ini. Korupsi, pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, sikap konsumtif
yang berlebihan, narkoba, tawuran dan pelanggaran hak asasi manusia merupakan
sebagian kecil kasus yang terkait dengan moralitas bangsa. Hal tersebut terjadi
akibat menurunnya kualitas karakter bangsa.
Sehubungan dengan semakin maraknya kasus dan fenomena yang
bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, pemerintah mencanangkan pendidikan
karakter. Semua komponen harus dilibatkan dalam pendidikan karakter, termasuk
komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses
pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata
pelajaran, pengelolaan sekolah, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan
etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Pada saat ini, pembelajaran di sekolah-sekolah masih banyak yang
menggunakan model pembelajaran langsung. Arends (1997) menyatakan bahwa model
pembelajaran langsung merupakan salah satu pendekatan mengajar yang dirancang
khusus untuk menunjang proses belajar mengajar siswa yang berkaitan dengan
pengetahuan deklaratif dan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat
diajarkan dengan pola kegiatan bertahap, selangkah demi selangkah. Dalam model pembelajaran
langsung ini, guru dituntut untuk aktif dalam mencari sumber-sumber yang relevan
untuk disampaikan kepada siswa. Keberhasilan dari metode inipun juga tergantung
dari keterampilan guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Sehingga, siswa pun
cenderung pasif dan hanya mendengarkan materi yang disampaikan guru. Beberapa contoh
dari model pembelajaran langsung di atas
adalah ceramah, praktik atau latihan, ekspositori, dan demonstrasi. Walaupun model
pembelajaran langsung mempunyai kelebihan dalam hal efisiensi waktu, namun disini, pembelajaran langsung kurang
memberdayakan keaktifan peserta didik.
Dengan penerapan kurikulum KTSP saat ini, seorang guru dituntut untuk
mengembangkan model pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan di
dunia pendidikan saat ini. Model pembelajaran yang diterapkan dan dikembangkan
haruslah inovatif, dan konstruktif atau lebih tepat dalam mengembangkan dan
menggali pengetahuan secara konkrit dan mandiri. Sehingga pada nantinya
diharapkan proses pembelajaran pada satuan pendidikan akan dapat dilaksanakan
secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan memotivasi paserta didik untuk
berpartisipasi aktif sertya memberikan ruang yang cukup bagi prakasa,
kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik. Dengan berbagai alasan di atas, penulis ingin
mencoba menyajikan sebuah model pembelajaran baru yang seseai dengan
perkembangan zaman sekarang, yang menuntut adanya pelaksanaan pendidkan
karakter di dalam kelas.
Pelaksaanaan pendidikan karakter tersebut akan lebih efektif jika didukung media pembelajaran yang tepat. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan Ular Tangga
Juara. Ular tangga juara adalah sebuah permainan yang mengandung nilai budaya
da karakter bangsa. Karakter yang dapat diperoleh dari permainan ini adalah
sportifitas, kerja keras, pantang menyerah, dan semangat. Disini penulis ingin
mendesign ular tangga tersebut agar bisa menjadi media pembelajaran yang
mengandung nilai-nilai karakter Aktif, Disiplin, Demokratis, dan
Inovatif.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran
berbasis karakter bangsa salah satunya dapat ditunjang melalui PADDI
(pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif) dengan Media Ular Tangga Juara (UTA).
Selanjutnya tulisan ini akan menganalisis Implementasi Pengembangan
pendidikan karakter Melalui PADDI
(pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif) dengan Media Ular Tangga Juara (UTA).
Rumusan Masalah
Bagaimana proses Pengembangan pendidikan
karakter Melalui PADDI (pembelajaran
Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)
dengan Media Ular Tangga Juara
(UTA) bisa terjadi?
Tujuan Penulisan
Tujuan
dari penulisan gagasan tulis ilmiah ini adalah :
Untuk mengetahui pengembangan pendidikan
karakter Melalui PADDI (pembelajaran
Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif)
dengan Media Ular Tangga Juara
(UTA).
Manfaat Penulisan
a.
Teoritis
Penulis,
praktisi pendidikan, pemerintah dan masyarakat dapat mengetahui informasi
tentang Pengembangan pendidikan karakter
Melalui PADDI (pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan
Inovatif) dengan Media Ular Tangga Juara (UTA).
b.
Praktis
1)
Bagi penulis diharapkan dapat berlatih
mengembangkan pendidikan karakter
Melalui PADDI (pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan
Inovatif) dengan Media Ular Tangga Juara (UTA).
2)
Bagi guru diharapkan mampu Pengembangan
pendidikan karakter Melalui PADDI
(pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan Inovatif) dengan Media Ular Tangga Juara (UTA)
3)
Pemerintah dapat merumuskan
kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pendidikan di Indonesia. Selain itu
pemerintah dapat mengembangkan sumberdaya manusia dan peningkatan nilai moral
bangsa.
4)
Masyarakat dapat memberikan pendidikan karakter anak-anak
mereka sejak dini. Sehingga pada akhirnya dapat membangun karakter bangsa.
GAGASAN
Kondisi Kekinian
Pencetus Gagasan
Permasalahan karakter menjadi masalah yang serius di masyarakat saat
ini. Kini semakin maraknya kasus dan fenomena yang bertentangan dengan
nilai-nilai kemanusiaan. Korupsi, pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan,
sikap konsumtif yang berlebihan, narkoba, tawuran dan pelanggaran hak asasi
manusia merupakan sebagian kecil kasus yang terkait dengan moralitas bangsa.
Hal tersebut terjadi akibat menurunnya kualitas karakter bangsa.
Saat ini, di surat kabar, berita di radio,
dan di televisi sudah banyak yang
menyajikan berita-berita tentang kasus-kasus dan fenomena yang bertentangan
dengan nilai-nilai kemanusiaan. Korupsi, pembunuhan, perampokan, pencurian,
pemerkosaan, sikap konsumtif yang berlebihan, narkoba, tawuran dan pelanggaran
hak asasi manusia dan berbagai fenomena lain yang sedang terjadi di bangsa
indonesia. Hal tersebut terjadi akibat menurunnya kualitas karakter bangsa
akibat kurangnya penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik saat di bangku
sekolah.
Kurangnya penanaman karakter pada peserta
didik ini, salah satunya disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran
yang mampu menanamkan nilai-nilai
karakter kepada peserta didik. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan
beberapa guru di kabupaten Temanggung dan Demak, kebanyakan guru mengggunakan
model pembelajaran Direct Indection (model pembelajaran langsung)
untuk digunakan di dalam kelas. Model pembelajaran direct indection di sini,
berpusat pada guru. Jadi keberhasilan dari model pembelajaran ini, sangatlah
bergantung dari keterampilan seorang guru dalam mengelola kelas. Di sini, siswa
hanya sebagai objek pembelajaran. Model pembelajaran direct indection ini,
paling banyak menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Model
pembelajaran direct indection
ini memiliki kekurangan yang diantranya anak
akan kurang termotivasi dalam pembelajaran karena jenuh dengan mendengarkan
ceramah dari guru. Selain itu, anak juga akan merasa tidak dilibatkan dalam
proses pembelajaran, sehingga anak akan ribut sendiri di dalam kelas. Dalam
metode direct indection ini, penanaman nilai karakter kepada peserta didik hanya
sebatas pengarahan dari guru ke siswa, dan tidak tercermin dalam proses
pembelajaran yang berlangssung. Ketidakefektifan model penbelajaran direct indection ini juga diperparah dengan tidak adanya media yang
digunakan dalam proses pembelajaran.padahal, media pembelajaran ini pada
nantinya akan membantu guru dalam proses pembelajaran. Dan pada nantinya,
peserta didik juga akan lebih mudah dalam menyerap materi yang disampaikan oleh
guru.
Dari hasil wawancara kami, juga didapat sebuah fakta baru bahwa dengan
menggunakan model pembelajaran langsung
dengan metode ceramah ini, hasil yang disapat anak dalam pembelajaran juga
kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena pemahaman anak anak terhadap meteri
yang disampaikan juga kurang. Walaupun demikian, guru yang kami wawancarai juga
sudah berupaya untuk mengatasi kurang maksimalnya hasil yang didapat dari model
pembelajaran langsug ini dengan megkaitkan pembelajaran yng berlangsung dengan
mengkaitkan materi pembelajaran dengan masalah yang di hadapi anak dalam kehidupan
sehari-hari.
Solusi
yang Pernah Digunakan Sebelumnya
Banyak model pembelajaran yang telah digunakan dalam bidang pendidikan.
Salah satunya adalah model Cooperatif
Learning, yaitu siswa dibagi menjadi
beberapa kelompok. Di dalam pembelajaran Cooperatif
Learning ini akan diperoleh
pendidikan karakter juga yaitu toleransi, kerjasama, dan bersahabat.
Pada perkembangannya, model pembelajaran
ini memiliki banyak kekurangan , Diantaranya adalah :
a. Banyak
anak yang tidak aktif, hanya mengandalkan yang pintar saja.
b. Nilai-nilai
demokratis tidak muncul, terlihat ketika mempresentasikan hasil diskusi
kelompok. Yang maju hanyalah yang pintar saja.
c.
Tanggung jawab masing-masng individu tidak muncul
karena hanya mengandalkan kelompoknya.
Perbaikan
Solusi yang Pernah Dilakukan
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis mencoda membuat sebuah
model pembelajaran baru yang penulis sebut pembelajaran aktif, disiplin, demokratis, dan
inovatif dengan media Ular Tangga Juara (UTA). Model pembelajaran yang penulis
buat di sini mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya:
1. Bisa
meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran
2. Bisa
meningkatkan nilai-nilai demrokratis dalam kelas yang pada akhirnya dapat
dikembangkan di luar kelas
3. Bisa
meningkatkan karakter disiplin siswa baik dalam proses pembelajaran, maupun di
luar proses pembelajaran
4.
Bisa meningkatkan kreatifitas siswa, yang setelah itu
diharapkan akan memunculkan inovasi-inovasi baru dalam setelah proses
pembelajaran berlangsung.
Langkah-
Langkah Stategis Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui PADDI
dengan Media Ular Tangga Juara
(UTA)
Langkah - langkah penerapan model
pembelajaran PADDI ( Pembelajaran Aktif, Disiplin, Demokratis, dan
Inovatif) dengan Media Ular
Tangga Juara (UTA), yaitu :
1.
Siswa di bagi menjadi 4 kelompok .
Misalkan di dalam kelas tersebut ada 28 siswa berarti setiap kelompok
berisi 7 orang anggota.
2.
Setiap kelompok menamai kelompoknya
dengan nama-nama pahlawan.
3.
Setiap kelompok mewakilkan 1 anggotanya untuk memutar dadu di depan dan
anggota kelompok yang lain bertugas untuk menjawab pertanyaan yang berasal dari
ular tangganya dengan mengangkat bendera Indonesia yang dipegangnya .
4.
Anggota kelompok yang mengangkat bendera Indonesia yang
dipegang terlebih dahulu dan berhasil
menjawab pertanyaan berhak untuk mendapatkan 4 poin dari guru yang bertindak
sebagai juri. Dan bagi yang mengangkat bendera Indonesia yang dipegang terlebih
dahulu, namun tidak dapat dapat menjawab pertanyaan akan mendapatkan satu poin
dari guru.
5.
Tim yang menjawab pertanyaan secara
langsung tanpa mengangkat bendera indonesia yang dipegang terlebih dahulu akan
didiskualifikasi dari pertanyaan tersebut dan mendapatkan point -1
6.
Tim yang menang dan berhasil pendapatkan
poin paling banyak akan mendapatkan penghargaan berupa medali prestasi yang
berwarna emas. Untuk tim juara 2,3, dan harapan 1 berturut-turut akan
mendapatkan medali prestasi perak, dan perunggu.
7.
Pada akhir pembelajaran, guru akan menyimpulkan
dan mempertegas materi yang telah disampaikan sebelumnya melalui pertanyaan di
ular tangga juara.
Model pembelajaran PADDI juga diharapkan
dapat mengembangkan nlai-nilai karakter yang diharapkan oleh bangsa, yang di antaranya
:
1. Religius,
Karakter religius ini muncul pada saat berdoa untuk memulai dan mengakhiri pelajaran.
2. Jujur
Karakter jujur ini muncul pada saat
permainan berlangsung, pada saat permainan, peserta didik harus jujur siapa
yang yang terlebih dahulu mengangkat bendera indonesia yang dipegang
3. Toleransi
Pada saat permainan, peserta didik harus
menghargai kelompok lain yang mengangkat bendera indonesia yang dipegang terlebih
dulu dan berhasil menjawab pertanyaan
4. Kerja
keras
Nilai karakter kerja keras ini muncul
pada saat permainan berlangsung. Peserta didik akan berusaha keras untuk
menjadi pemenang
5. Disiplin
Nilai karakter ini muncuk karena pada
saat permainan peserta didik harus disiplin dalam menggunakan waktu yang telah
disediakan
6. Mandiri
Nilai karakter ini muncul ketika
seorang peserta didik harus mendiri dalam memikirkan jawaban dari pertanyaan
walaupun peserta didik sedang berkelompok.
7. Kreatif
Peserta didik harus keatif dan
menentukan strategi agar bisa memenangkan pertandingan.
8. Demokratis
Dalam permainan ini, guru tidak menilih
siapa yang akan menjawab pertanyaan, akan tetapi guru memilih yang tercepat
saaat mengacungkan tangan. Dan pada saat pemilihan siapa yang berhak maju untuk
memutar dadu juga dilakukan secara demokratis dengan pingsut.
9. Rasa
ingin tau,
Nilai karakter ini muncul karena dari
pertanyaan tersebut, akan menampilkan rasa ingin tau murid untuk menjawab.
10. Cinta tanah
air
Nilai ini terlihat ketika anak akan
menjawab pertanyaan dengan mengangkat bendera indonesia yang dipegang.
11. Menghargai
prestasi
Nilai karakter ini akan muncul karena
setiap kelompok yang kalah akan diajak menghargai kelompok pemenang.
12. Bersahabat
/ Komunikatif
Dari permainan tadi, juga akan muncul
nilai-persahabatan. Para peserta akan jauh lebih akrab satu sama lain
13. Cinta
damai
Nilai karakter ini akan muncul ketika
tim yang kalah memberikan selamat dan tidak berkelai setelah pertandingan
bertanding
14. Gemar
membaca
Dari rasa ingin tau yang muncul tadi,
akan akan memunculkan karakter gemar membaca
untuk menjawab rasa ingin tau mereka.
15. Tanggung
jawab
Setiap tim harus bertanggung jawab atas
tugasnya masing-masing.
Pihak-Pihak
yang Terkait
Di sini,
pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan
pendidikan karakter melalui PADDI dengan Media Ular Tangga Juara (UTA) adalah guru dan siswa itu
sendiri. Guru adalah sebagai pihak pelaksana pengembangan pendidikan
karakter melalui PADDI dengan Media Ular Tangga Juara (UTA). Sedangkan murid adalah
sebagai objek yang menikmati hasil dari pengembangan pendidikan karakter Melalui PADDI
dengan Media Ular Tangga Juara
(UTA).
PENUTUP
Gagasan yang Diajukan
Model “PADDI” dengan media Ular
tangga Juara ini adalah model
pembelajaran aktif, disiplin, demokratis dan inovatif dengan menggunakan sebuah media yaitu
Ular Tangga Juara ( UTA ). Dimana model
pembelajaran ini akan dapat mengembangkan karakter-karakter bangsa.
Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan
1.
Siswa di bagi menjadi 4 kelompok.
Misalkan di dalam kelas tersebut ada 28 siswa berarti setiap kelompok
berisi 7 orang anggota.
2.
Setiap kelompok menamai kelompoknya
dengan nama-nama pahlawan.
3.
Di setiap kelompok mewakilkan 1 anggotanya untuk memutar dadu di depan dan
anggota kelompok yang lain bertugas untuk menjawab pertanyaan yang berasal dari
ular tangganya dengan mengangkat bendera indonesia yang dipegangnya .
4.
Anggota kelompok yang mengangkat bendera indonesia yang
dipegang terlebih dahulu dan berhasil
menjawab pertanyaan berhak untuk mendapatkan 4 poin dari guru yang bertindak
sebagai juri. Dan bagi yang mengangkat bendera indonesia yang dipegang terlebih
dahulu, namun tidak dapat dapat menjawab pertanyaan akan mendapatkan satu poin
dari guru.
5.
Tim yang menjawab pertanyaan secara
langsung tanpa mengangkat bendera indonesia yang dipegang terlebih dahulu akan
didiskualifikasi dari pertanyaan tersebut dan mendapatkan point -1
6.
Tim yang menang dan berhasil pendapatkan
poin paling banyak akan mendapatkan penghargaan berupa medali prestasi yang
berwarna emas. Untuk tim juara 2,3, dan harapan 1 berturut-turut akan
mendapatkan medali prestasi perak, dan perunggu.
7.
Pada akhir pembelajaran, guru akan
menyimpulkan dan mempertegas materi yang telah disampaikan sebelumnya melalui pertanyaan
di ular tangga juara.
Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh
Penulis memprekdisikan bahwa melalui model “PADDI” dengan media Ular Tangga Juara ( UTA )
ini, dapat dikembangkan nilai-nilai karakter yang diharapkan oleh bangsa, di
antaranya, toleransi, kerja keras, disiplin, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu,
cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar
membaca, tanggung jawab.
DAFTAR PUSTAKA
Yoice,B&
Marsha,W.2003. Models of Teacing.Baston:allyn&Bacon
Raka, Jani .
1980. Stategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berointasi
Konstruktivistik. Jakarta: prestasi Pustaka.
Udin S. Wnataputra.
2003. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Su’ud, Abu. dkk.
2011. Pendidikan Karakter di Sekolah dan
Perguruan Tinggi.Semarang : IKIP PGRI Semarang Press.
Sudrajat,
Akhmad. 2010. Konsep Pendidikan Karakter.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com. Diakses 8 Desember 2011.
DAFTAR
RIWAYAT HIDUP
Nama :
Ardita Rizky Amalia
TTL :
Temanggung, 5 Juli 1991
Alamat Rumah :
Ds danurejo RT 01/ RW 01, Kedu, Temanggung
Agama : Islam
Jurusan : PGSD
Fakultas : Ilmu Pendidikan
Pendidikan
SD/MI :
MI Muhammadiyah 1 Danurejo
SMP/MTS :
SMP N 1 Parakan
SMA/MA :
SMA N 2 Temanggung
Perguruan Tinggi :
IKIP PGRI Semarang
Pengalaman Organisasi
1. Anggota MT
Bahrul Ulum SMP N 1 Parakan
2. Angguta MT
Al Ikhlas SMA N 2 Temanggug
3. Anggota PMR Wira SMA N 2 Temanggung
4. Kadep IPTEK Hima PGSD IKIP PGRI Semarang
Motto
Hidup : Jadikanlah Kekuranganmu menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain
Prestasi :
DAFTAR
RIWAYAT HIDUP
Nama :
Ismawati
TTL :
Batang, 16 Juni 1992
Alamat Rumah
: Ds Cluwuk RT 03/ RW 01 Kec. Tulis Kab.Batang
Agama :
Islam
Jurusan :
PGSD
Fakultas :
Ilmu Pendidikan
Pendidikan
SD/MI :
SD N Cluwuk
SMP/MTS :
MTs N 1 Subah
SMA/MA :
SMK N 1 Batang
Perguruan Tinggi :
IKIP PGRI Semarang
Pengalaman Organisasi
1. Bendahara
Pramuka SMK N 1 Batang
2. Bendahara
Rohis SMK N 1 Batang
3. Ketua
IPPNU Ranting Cluwuk
4. Staf
kerohanian Hima PGSD IKIP PGRI Semarang
5. Sekretaris
umum BEM FIP IKIP PGRI Semarang
6. Sekretaris
umum HMI Komisariat FIP IKIP PGRI Semarang
Motto Hidup :
Berjuang dengan penuh semangat, kesabaran
dan keikhlasan.
Prestasi :
1. Juara Harapan II lomba media pembelajaran
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama :
Vina Fristika Mayangsari
TTL :
Demak, 13 Maret 1992
Alamat
Rumah : Ds. Mijen RT 02/RW 03 kec Mijen Kab Demak
Agama :
Islam
Jurusan :
PGSD
Fakultas :
Ilmu Pendidikan
Pendidikan
SD/MI :
SD N Mijen 1
SMP/MTS :
SMP N 1Mijen
SMA/MA :
SMA N 1 Mjen
Perguruan Tinggi :
IKIP PGRI Semarang
Pengalaman Organisasi
1. Dewan
Penggalang SMP N 1 Mijen
2. Dewan
Kerja Ambalan SMA N 1 Mijen 2008
3. Dewan
Kerja Ranting Tahun 2008
4. KIPM
IKIP PGRI Semarang 2010
Motto
Hidup : Selalu
bersemangat untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Prestasi :
1. Juara
2 lomba TIK tahun 2008
2. Juara
3 lomba Sains tahun 2008